Together We Can

Berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Inilah anak-anak sepuluh satu.

Satukan niat. Tunaikan amanat

Menit-menit sebelum upacara 17an di alun-alun

Tak ada kursi lantaipun jadi

Belajar tanpa mengenal ruang dan waktu...kapanpun...dimanapun...

Batik dan Melodi melebur jadi satu

Tunjukkan pada dunia seni budaya kita..

Bersama kita bisa. JAMPI bersatu.

Apapun warna kulit, tetap satukan tangan tuk gapai impian..


Macam-macam Metode Pembelajaran

0 comments

Macam-macam metode pembelajaran adalah salah satu hal yang harus diperhatikan dalam kelangsungan kegiatan belajar-mengajar. Menjadi seorang guru tentu membutuhkan banyak keterampilan. Mulai dari keterampilan berbicara sampai pada keterampilan menulis. Menarik perhatian siswa juga bukanlah hal yang mudah, membutuhkan tenaga ekstra dan taktik yang jitu.
Tidak bisa seorang guru memaksakan kehendak bagi siswa yang tengah asik dengan kegiatan lain sehingga meninggalkan jam pelajarannya. Sebagai seorang guru, menjadikan murid sebagai guru untuk memacu kreativitas dan kemampuan mengajar adalah hal yang tepat. Selain itu, seorang guru juga harus mampu mengontrol suasana kelas agar materi yang disampaikan tidak sia-sia.
Tak hanya memperhatikan macam-macam metode pembelajaran , seorang guru juga harus memperhatikan tahapan demi tahapan yang telah dilalui oleh siswa. Tidak mungkin memperlakukan siswa dengan ‘manja’ saat siswa telah menempuh jenjang sekolah dasar. Mereka telah merasa dewasa. Begitu pula sebaliknya. Guru yang baik bukan sekedar mampu menyampaikan materi dengan baik, namun juga mampu menjadi seorang ‘sahabat’ bagi siswanya.
Memperhatikan macam-macam metode pembelajaran sangat penting untuk diperhatikan agar penyampaian materi berlangsung sempurna. Memperhatikan macam-macam metode pembelajaran bukan hanya dari sisi baik buruknya, namun juga fungsinya. Antara macam-macam metode pembelajaran yang satu dengan yang lain saling berhubungan. Oleh karena itulah dibutuhkan kreativitas yang tinggi bagi seorang guru. 
Adapun beberapa macam-macam metode pembelajaran itu sebagai berikut:
1.         Metode Ceramah
Metode ini dilakukan oleh seorang guru dengan menjelaskan materi di depan kelas dan sistem ini berlangsung satu arah. Siswa mendengarkan dan guru menjelaskan. Tidak ada hubungan komunikasi antara guru dan siswa. Macam-macam metode pembelajaran ini kerap kali digunakan saat tidak ada media yang dibutuhkan untuk mendukung materi.
Kelebihan metode ini adalah guru dapat menerangkan materi dengan leluasa, materi yang disampaikan cepat rampung, tidak membutuhkan waktu lama sehingga dapat menghemat waktu pembelajaran. Adapun kekurangannya adalah guru tidak dapat mengetahui kemampuan siswa dengan baik, siswa merasa bosan, dan membuat siswa pasif.
2.         Metode Diskusi
Melibatkan beberapa siswa dalam kegiatan diskusi untuk mengeluarkan masing-masing pendapat adalah cara yang tepat untuk melatih keterampilan siswa dalam berbicara dan menghargai pendapat orang lain. Metode ini dapat digunakan ketika materi membutuhkan pengalaman aktif siswa.
Kelebihan metode ini yaitu guru dapat melihat kemampuan berpikir kritis siswa, mengontrol perkembangan emosi siswa, melatih siswa berpikir kritis, dan menghargai pendapat orang lain. Adapun kekurangannya adalah siswa sulit mengendalikan arah diskusi, terkadang arahnya jauh dari yang diharapkan. 
3.         Metode Demonstrasi
Pada macam-macam metode pembelajaran ini dilakukan saat materi yang disampaikan membuat siswa sulit membayangkan. Metode ini sangat cocok untuk sejenis materi yang menyangkut proses. Biasanya pada materi bidang-bidang ilmu dan teknologi macam-macam metode pembelajaran ini digunakan.
Kelebihannya adalah siswa merasa tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran dan memori tentang hal yang dilakukan saat demonstrasi akan lebih melekat sehingga memudahkan siswa untuk memahami proses yang terjadi. Adapun kekurangannya adalah seorang guru harus benar-benar mengerti dengan proses yang terjadi (yang akan didemontrasikan), dan tidak semua hal bidang-bidang ilmu dan teknologi dapat didemontrasikan dengan baik.
4.         Metode Cermah Plus
Maksud dari macam-macam metode pembelajaran ini adalah menggabungkan metode cermah dengan metode diskusi, metode ceramah dengan dikusi dan tugas, serta metode ceramah dengan demontrasi dan latihan.
Kelebihan metode ini adalah guru dan siswa terjalin komunikasi yang baik dan guru dapat mengikuti perkembangan siswa, suasana kegiatan belajar mengajar akan semakin menyenangkan. Adapun kekurangannya adalah guru harus pandai mengolah kelas dan menggunakan macam-macam metode pembelajaran ini sesuai dengan kebutuhan karena tidak semua materi dapat menerapkan metode ini.
5.         Metode Resitasi
Pada macam-macam metode pembelajaran ini, siswa diharuskan untuk membuat ringkasan materi sendiri, dengan kalimat mereka sendiri. Kelebihan metode ini adalah siswa akan mempunyai kesempatan untuk menuangkan pemikirannya mengenai materi yang ada. Namun, metode ini memiliki kekurangan yaitu terkadang siswa melakukan tindakan curang dengan meniru tugas siswa yang lain.
6.         Metode Eksperimental
Siswa mengadakan percobaan sendiri untuk menjawab keraguan dari materi yang dijelaskan. Dengan metode ini, siswa akan puas dan percaya dengan materi yang disampaikan. Metode ini berhubungan dengan analisis sehingga siswa dapat mengutarakan pemikirannya yang kemudian akan dibuktikan dengan hasil yang dicapai.
Kelebihan metode ini adalah siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan siswa akan mengembangkan bakatnya untuk membuktikan materi yang telah ada. Adapun kekurangan pada metode ini membutuhkan waktu lebih sehingga mengharuskan guru untuk menyiapkan waktu khusus mengadakan eksperimen.
7.         Metode Karya Wisata
Dengan metode ini, guru mengajak siswa mengunjungi objek guna memperluas pengetahuan mereka. Metode ini juga melatih siswa untuk peka terhadap alam.
Kelebihan metode ini merangsang siswa untuk mengeluarkan ide yang lebih kreatif, memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar dengan alam, dan mengajarkan siswa untuk mengambil setiap pelajaran dari objek.
Adapun kekurangannya adalah siswa membutuhkan waktu khusus untuk melaksanakannya agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar lainnya. Selain itu, metode ini membutuhkan koordinasi yang baik antara guru dan siswa.
8.         Metode Latihan Keterampilan
Metode ini jarang sekali diketahui oleh seorang guru, metode ini hampir sama dengan metode karya wisata. Oleh karena itulah metode ini selalu saja disamakan dengan metode karya wisata. Padahal terdapat perbedaan antara keduanya, yakni siswa diberikan pelatihan keterampilan. Jadi, hanya ada satu jenis keterampilan yang disesuaikan dengan kemampuan siswa untuk terus dikembangkan.
Kelebihan metode ini adalah siswa dapat mengembangkan bakat dan minatnya dengan baik. Selain itu, siswa mendapat kesempatan untuk lebih konsentrasi pada satu titik permasalahan. Adapun kekurangan pada metode ini adalah siswa akan kehilangan beberapa kesempatan untuk menerima materi yang lain.
9.         Metode Pengajaran Beregu
Metode ini pun jarang dikenal, kegiatan ini dilakukan dengan membagi beberapa kelompok pengajar yang salah satunya ditunjuk menjadi koordinator. Ujian yang dilakukan untuk siswa ada dua cara, yaitu tulis dan lisan. Dalam ujian tulis, satu orang penguji membuat satu soal yang kemudian digabung. Adapun ujian lisan, satu orang siswa menghadapi tim penguji tersebut secara tatap muka.
Kelebihan dalam metode ini adalah penguji dapat membagi rata untuk memegang beberapa orang siswa sehingga penguji mengetahui dengan pasti kemampuan mereka. Adapun kekurangannya adalah bisa jadi kemampuan yang diberikan kurang merata karena kemampuan penguji yang satu dengan yang lain berbeda sehingga hal ini mempengaruhi perlakuan terhadap siswa.
10.       Metode Pemecahan Masalah
Metode ini merangsang cara berpikir anak dengan memberikan satu permasalahan pada siswa dan mengarahkan siswa ketika proses pemecahan masalah setelah sebelumnya memberi kesempatan pada siswa untuk berpendapat sesuai dengan kemampuan mereka. 
Kelebihan pada metode ini adalah siswa semakin pandai mengeluarkan pendapatnya mengenai masalah yang sedang dibahas. Selain itu, siswa dapat melihat kejadian sekitar dengan baik sehingga dapat melatih kepekaan mereka terhadap permasalahan sekitar.
Adapun kekurangan metode ini adalah guru harus memiliki sifat aktual dan faktual sehingga dapat memberikan permasalahan yang sesuai dengan kenyataan.
Di antara metode-metode di atas, bukan berarti tidak ada macam-macam metode pembelajaran yang lainnya. Seorang guru harus kreatif untuk terus memberikan yang terbaik bagi siswa. Masa depan siswa bergantung pada bagaimana guru memperlakukan siswa. Perlakuan yang diberikan pada siswa pun mempengaruhi minat belajar. Semakin baik perlakuan yang diberikan, semakin besar daya tarik siswa untuk belajar.
Saat ini tak dapat dipungkiri bahwa terdapat fenomena para siswa yang beranggapan bahwa belajar adalah hal yang membosankan. Predikat tersebut sangat sulit dihilangkan. Kenyataan bahwa sekolah adalah penjara juga semakin membuat siswa enggan belajar dengan baik. 
Pada masa sekolah, minat belajar harus dipupuk dengan baik sehingga kelak dapat memberikan manfaat pada siswa. Hal inilah yang perlu diperhatikan oleh seorang guru dan para insan pendidikan. Semoga uraian tentang macam-macam metode pembelajaran ini dapat bermanfaat. 

Bahasa Indonesia di Era Globalisasi

1 comments

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional dan bahasa resmi yang digunakan sebagai alat berkomunikasi oleh masyarakat yang tinggal di wilayah negara Republik Indonesia. Dan, dengan resmi dinyatakan sebagai bahasa nasional tepat setelah Proklamasi Kemerdekaan, namun perkembangan bahasa Indonesia dan proses pembakuannya dimulai pada tanggal 28 Oktober, 1928, hari Sumpah Pemuda yang pertama. 
Bahasa Indonesia merupakan rumpun bahasa Melayu, begitu banyak jenis bahasa melayu yang ada di wilayah Nusantara sehingga menurut sejarah perkembangan bahasa Indonesia, banyak kesamaan antara bahasa kita dengan bahasa melayu yang digunakan oleh masyarakat Riau pada abad ke-19.
Jadi, dasar perkembangan bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu Riau. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang berarti sebagai alat komunikasi, bahasa Indonesia terus menghasilkan kata-kata baru, baik karena tercipta dengan sendirinya (karena tuntutan zaman dan masyarakat) maupun hasil dari penyerapan bahasa asing (dan bahasa daerah).
Bahasa asing yang banyak terserap dalam bahasa Indonesia adalah bahasa Arab, Belanda, Latin, Cina, dan Inggris, dan berasimilasi menjadi perbendaharaan kata bahasa Indonesia, contohnya terutama dalam istilah perkantoran banyak sekali; komunikasi, manajer personalia, departemen, divisi dan lain-lain.
Terutama dalam era globalisai seperti sekarang ini, demi tercapainya tujuan komunikasi yang dimaksud, kata-kata dalam bahasa Inggris (sebagai bahasa Internasional) dan yang beraroma Amerika banyak diadopsi, seperti contohnya; gayanya cool di-download atau di-upload, AC (air conditioner), tolong di-follow-up, voucher, di-charged dan lain sebagainya.
Selanjutnya, perkembangan bahasa Indonesia banyak dipengaruhi oleh sastrawan Minangkabau, seperti Marah Rusli, Abdul Muis, Nur Sutan Iskandar, Sutan Takdir Alisyahbana, Hamka, Roestam Effendi, Idrus, dan Chairil Anwar. Para sastrawan tersebut banyak mengisi dan menambah perbendaharaan kata, sintaksis, maupun morfologi bahasa Indonesia.  
Kemudian, perkembangan bahasa indonesia banyak mendapatkan perbaikan-perbaikan (istilah yang dipakai penulis) dalam hal ini untuk memperjelas ciri khas sebagai standar bahasa nasional indonesia, seperti struktur bahasa dan juga memperhalus makna yang terkandung  kata bahasa indonesia.
Yang membedakan bahasa Indonesia dengan bahasa lain yang serumpun seperti bahasa Malaysia dan sebagainya.  Puncaknya adalah diterbitkannya buku yang menjadi acuan pada tahun 1972, Ejaan yang Disempurnakan (EYD).

Bahasa Indonesia dan Perkembangannya di Era Globalisai

Walaupun sebagian besar masyarakat mengaku berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia, namun sebenarnya bahasa Indonesia masih sulit untuk diterapkan 100%, yang sesuai dengan standar yang  ditetapkan dalam buku standar bahasa EYD. 
Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan bahasa daerah, bahasa etnik masing-masing daerah, yang selama ini menjadi bahasa ibu (lingua franca) mereka. Contohnya yang paling dekat adalah masyarakat Betawi, mereka mengerti bahasa Indonesia namun masih sulit untuk berbahasa Indonesia dengan benar dalam percakapan sehari-hari.
Menurut beberapa sumber bahasa Betawi sendiri adalah percampuran dua bahasa, etnik Jawa tengah dan Sunda. Sehingga, Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang hanya  digunakan dalam situasi yang  sangat formal dan secara luas di gunakan diperguruan-perguruan tinggi, media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, jadi dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua masyarakat Indonesia.
Walaupun itu bukan menjadi bahasa ibu, dalam percakapan sehari-hari. Seperti banyak hal dan keadaan lain dampak globalisasi di Indonesia dapat bersifat negatif dan dapat juga positif.  Banyak sekali contoh dari dampak negatif yang banyak dan sering dibicarakan, namun kita tekankan pada dampak positif yang sangat memengaruhi perkembangan bahasa Indonesia secara lebih luas.  
Hal ini merupakan sesuatu yang menggembirakan dan membanggakan, terutama bagi pemerhati bahasa Indonesia, atau bagi mereka yang mencintai akar budayanya sendiri.  Namun sebelumnya penulis ingin mengajak kembali ke masa zaman penjajahan Belanda, atau sering disebut zaman kolonialisme.
Pada saat itu, Bahasa Indonesia belum diciptakan, dan pada saat itu pribumi berbahasa Melayu atau Jawa.  Kemudian, beberapa pemuda Belanda yang sering medapatkan kesulitan dalam berkomunikasi kepada pribumi menawarkan ide kepada pemimpin mereka untuk mendapatkan pelajar bahasa melayu secara formal, sehingga mereka dapat leluasa mengerti keadaan pribumi saat itu. Karena, saat itu penguasaan bahasa Belanda-Pribumi sangat lemah (terutama yang bukan bangsawan). 

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Asing

Dengan banyaknya investor dan pekerja asing yang berdatangan ke Indonesia dan bersamaan dengan hal itu, kebutuhan berkomunikasi pun semakan meningkat. Beberapa instansi mempersiapkan orang-orang yang telah terlatih berbahasa Inggris untuk dapat memenuhi tuntutan zaman.  
Namun, semua itu tidak cukup selalu saja ada halangan-halangan lain, karena pekerja pribumi yang dapat berbahasa Inggris dengan baik atau mendekati sempurna sangat terbatas. Dan, situasi  berdampak positif terhadap minat dan perkembangan Bahasa Indonesia.  
Percaya atau tidak, peminat belajar bahasa Indonesia semakin bertambah dan meningkat.  Mengapa hal ini berkaitan? Tentu saja sangat berkaitan, mengingat komunikasi adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.  
Di Indonesia seperti yang telah kita ketahui, Bahasa Inggris adalah bahasa asing dengan demikian masyarakat Indonesia tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa tersebut, sedangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional saja kurang dipahami.
Jadi, karena penguasaan bahasa Inggris masyarakat kita  sangat lemah (hal yang wajar saja), maka tak heran bila banyak orang asing (expatriates) yang dengan senang hati untuk belajar bahasa Indonesia, bahkan sekarang ini banyak kursus bahasa asing yang menawarkan Bahasa Indonesia for Expatriates sebagai salah satu kursusnya. 
Beberapa faktor yang mendorong orang asing untuk belajar Bahasa Indonesia adalah:
  • Karena tinggal dan bekerja di Indonesia, sehingga dapat mempelajari budaya dan bahasa Indonesia di negaranya langsung.
  • Karena ingin berkomunikasi dengan lebih baik dengan pekerja/ orang pribumi Indonesia.
  • Tata bahasa dan struktur bahasa yang relatif mudah, mendukung orang asing untuk mempelajari dan menguasai bahasa Indonesia lebih cepat.
  • Adanya kepentingan bisnis di negara yang bersangkutan dan lain-lain.
  • Adanya keperluan pengetahuan yang menyangkut negara Republik Indonesia seperti sejarah, antropologi, dan lain-lain.
Sekarang ini, bahasa Indonesia bukan hanya milik warga negara Indonesia saja, melainkan juga bagi mereka warga negara asing yang tinggal dan bekerja di Indonesia maupun dinegara lain yang berkepentingan.
Bahkan sebelumnya, kita telah mengetahui bahwa Bahasa Indonesia juga telah menjadi salah satu mata pelajaran Bahasa Asing, di negara tetangga kita Australia.  Hal ini merupakan suatu fenomena yang sangat baik, mengingat bahasa Indonesia adalah bahasa yang tidak populer didunia seperti halnya bahasa Mandarin dan Jepang.  
Dengan demikian, Perkembangan Bahasa Indonesia saat ini berada setingkat lebih tinggi, dan ini berarti turut mengharumkan nama Negara Indonesia di dunia Internasional. Mudah-mudahan di masa depan keadaan ini akan terus meningkat. Sehingga, Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa favorit, dan mungkin diwajibkan untuk dipelajari seperti halnya bahasa Inggris, Prancis, Jepang, dan sebagainnya. Semoga.

Pentingnya Tanda Baca

0 comments

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, tanda baca menjadi salah satu materi yang diajarkan. Penggunaan elemen ini penting, terutama jika dikaitkan dengan bahasa tulisan. Sayangnya, elemen ini kerap kali disepelekan. Pada akhirnya kesalahpahaman dalam memaknai bahasa tulisan seringkali terjadi.
Pelajaran Bahasa Indonesia sudah diajarkan sejak bangku sekolah dasar. Pelajaran tentang bagaimana menempatkan tanda baca sudah dibahas berkali-kali. Pengenalan titik, koma, tanda tanya, dan tanda seru sebagai tanda untuk membaca dasar sudah dilakukan sejak SD, tapi faktanya, hal itu seperti belum begitu dimengerti.
Hal ini terlihat dari berkali-kali penempatan tanda-tanda tersebut yang salah posisi, bahkan tidak semestinya oleh para pengguna bahasa. Ini adalah akibat dari menyepelekan aturan-aturan dalam berbahasa yang baik dan benar. Penggunaan tanda-tanda seperti titik dan koma memang terkesan mudah, tetapi siapa yang menyangka jika hal tersebut bisa berakibat fatal jika salah menempatkan.

Tanda Baca sebagai Materi dalam Pelajaran Bahasa Indonesia

Sudah seperti rahasia umum, jika pelajaran Bahasa Indonesia adalah pelajaran yang gampang-gampang susah. Terlihatnya gampang, tapi begitu dihadapkan pada rentetan soal Bahasa Indonesia, cukup banyak yang terjebak. Hasilnya, nilai Bahasa Indonesia yang jelas-jelas bahasa nasional, tidak begitu baik.
Hal ini ironis karena berbanding terbalik dengan pelajaran Bahasa Inggris. Beberapa data menyebutkan bahwa nilai pelajaran Bahasa Indonesia lebih rendah dibanding dengan Bahasa Inggris. Bisa jadi ini menunjukkan gejala punahnya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Jika bahasa Indonesia musnah, negara ini mau menggunakan bahasa apa? Bahasa 4L4y?
Minat pelajar untuk melanjutkan pendidikan di bidang Bahasa Indonesia juga tak jarang mendapat sambutan yang kurang baik. “Mau jadi apa nanti?” Pertanyaan-pertanyaan seperti itu terdengar lebih seperti kalimat larangan. Pada akhirnya, siswa lebih memilih jurusan yang dinilai lebih menjanjikan, seperti Ekonomi atau Hukum.
Pengetahuan tentang ilmu-ilmu bahasa seperti tanda untuk membaca pada akhirnya berakhir sebatas tingkat menengah atas. Itupun bukan jaminan bahwa mereka benar-benar mengerti. Hasilnya, ya seperti yang banyak dilihat. Penguasaan pelajar Indonesia terhadap bahasa Indonesia itu sendiri cukup rendah.
Pelajaran Bahasa Indonesia tidak sebatas memelajari bahasa yang baik dan benar, tetapi juga penempatan tanda untuk membaca yang tepat. Penempatan tanda-tanda yang tepat bertujuan untuk menyempurnakan rangkaian kata yang dipilih dalam ragam bahasa tulisan.
Ragam bahasa sendiri dibedakan menjadi dua, ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulisan. Ragam bahasa lisan tidak mementingkan tampilan tanda untuk membaca secara fisik, yang paling penting adalah intonasi. Pada ragam bahasa tulisan lah, tanda untuk membaca memegang peranan yang cukup penting.
Peranannya pada ragam tulisan tidak berbeda jauh dengan intonasi dan jeda pada ragam bahasa lisan. Jika salah menempatkan, makna yang terkandung dalam ragam bahasa tulisan bisa saja salah tersampaikan. Ini tentu saja cukup vital. Karena Anda tentu tidak ingin bukan, pada keadaan tertentu terjadi salah paham karena salah penempatan koma dan titik.

Pengertian Tanda Baca

Pengertian dari tanda baca itu yaitu tanda yang digunakan ketika membaca. Dalam artian, tanda yang digunakan untuk menulis sebuah bacaan agar maksud dari tulisan tersebut tersampaikan dengan baik.
Tanda untuk membaca berbentuk seperti simbol. Simbol ini sama sekali tidak ada hubungan dengan huruf, pilihan kata, frasa atau kalimat. Maksudnya, simbol ini tidak berfungsi sebagai huruf. Simbol ini bertujuan untuk pengatur intonasi dan jeda pada sebuah tulisan. Di zaman sekarang ini, emosi sepertinya juga bisa diwakilkan oleh tanda baca.
Sesuai dengan sifat bahasa itu sendiri, yaitu dinamis dan konvensional, tanda untuk membaca memiliki aturan yang berbeda berdasarkan bahasa, lokasi, dan waktu. Simbol ini bisa dikembangkan sesuai kebutuhan para pengguna bahasa. Tapi rasanya, perubahan ini memerlukan proses dan waktu yang cukup lama. Perlu juga alasan yang kuat dan logis.

Penggunaan Tanda Baca

Penggunaan tanda untuk membaca tentu berbeda untuk setiap simbolnya. Berikut ini adalah pengenalan terhadap simbol serta pedoman penggunaannya berdasarkan aturan baku yang dimiliki oleh bahasa Indonesia. Tanda untuk membaca ini adalah tanda yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Titik

Tanda ini merupakan tanda yang paling populer di kalangan masyarakat. Bentuknya ya titik (.), tanda baca ini memiliki fungsi sebagai penuntas sebuah kalimat. Biasanya diletakkan di akhir kalimat jika kalimat tersebut memang sudah selesai diucapkan.
Contoh:
  • Artikel ini jelek.
  • Artikel ini bagus.
  • Kamu cantik dan memesona.
Selain digunakan sebagai penutup sebuah kalimat, baik kalimat minor maupun mayor, titik juga bisa digunakan ketika menuliskan nama singkatan seseorang. Seperti, W.R Supratman, George W. Bush, Theo L. Sambuaga. Titik juga bisa digunakan ketika menuliskan gelar, pangkat, atau panggilan sapaan. Misalnya:
  • Dr.
  • S.S
  • Kol.
  • Jend.
  • Bpk.
Selain itu, titik juga digunakan ketika menuliskan singkatan yang terdiri dari tiga huruf dan singkatan tersebut memang sudah biasa digunakan, seperti dll., dsb., hlm., dan tgl. Fungsi lain dari titik adalah sebagai penunjuk waktu. Dalam hal ini pemisah antara jam, menit, dan detik. Juga digunakan untuk memisahkan bilangan, antara jutaan, ratusan ribu, ribuan, dan hingga ratusan.

2. Koma

Tanda yang satu ini juga cukup familiar bagi masyarakat Indonesia. Penggunaan koma memiliki beberapa peranan, yaitu sebagai berikut.
  • Berperan untuk merincikan sebuah kalimat yang di dalamnya terkandung pembilangan.  Misalnya, “Ibu pergi ke pasar membeli tempe, tahu dan oncom.”
  • Berperan sebagai pemisah antara kalimat setara. Misalnya, “Dia bukan seorang dokter, melainkan seorang perawat.”
  • Berperan sebagai pemisah anak kalimat dan induk kalimat. Misalnya, “Saya akan pergi, asalkan kamu juga pergi.”
  • Digunakan pada ungkapan penghubung antara kalimat yang terletak pada awal kalimat. Misalnya, “Meskipun begitu, dia tetap anak yang baik hati.”
  • Koma dipakai untuk memisahkan kalimat tidak langsung dan langsung. Misalnya, bapak berkata, “ambilkan asbak di ruang tamu!”
  • Koma dipakai untuk menuliskan alamat. Mulai dari kecamatan, kabupaten, kota, dan negara. Misalnya, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia.
  • Koma digunakan dalam penulisan catatan kaki.
  • Koma digunakan ketika menuliskan nama yang disertai gelar. Misalnya, Ridwan Maulana, S.E.
  • Koma digunakan untuk menghindari salah baca. Biasanya diletakkan di belakang keterangan yang ada di awal kalimat. Misalnya, “Dalam melaksanakan kegiatan ini, layaknya kita bersungguh-sungguh.

3. Tanda Seru

Tanda seru digunakan untuk menegaskan emosi yang ada pada ragam bahasa tulis. Biasanya berupa kalimat seruan, kalimat perintah, dan emosi. Agar emosi yang dirasakan dapat sampai ke pembaca, gunakan tanda seru dalam kalimat. Misalnya: “Ayo pergi dari sini!” atau “Kamu sungguh keterlaluan!”

4. Tanda Tanya

Satu lagi yang umum digunakan oleh masyarakat Indonesia, yaitu tanda tanya. Tanda tanya digunakan dalam kalimat tanya. Misalnya: “Apakah kamu akan pergi?”. Intinya, tanda tanya selalu mengikuti kata bagaimana, apa, kapan, di mana, kenapa, dan siapa.
Selain keempat tanda baca yang umum digunakan tersebut, bahasa Indonesia masih memiliki banyak sekali tanda baca, yaitu tanda kurung ((..)), tanda titik dua (: ), tanda hubung (-), tanda titik koma (;), tanda kurung siku ([…]), tanda petik (“…”), garis miring (/), tanda petik satu (‘…’), dan tanda apostrof (‘). Masing-masing tanda tersebut tentulah memiliki fungsi yang berbeda. Belajar mengenai ini sungguh menyenangkan. Pengetahuan Anda tentang aturan berbahasa juga menjadi bertambah.

Pesona Wisata Purworejo, Wonderful Indonesia

0 comments


    Kabupaten Purworejo (Bahasa Jawa: purwareja), adalah sebuah kabupaten yang cukup dikenal di Provinsi Jawa Tengah. Purworejo juga merupakan kediaman dari ayah ibu negara kita yakni ibu  Ani Yudhoyono. Ibukota berada di kota Purworejo. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Magelang di utara, Kabupaten Kulon Progo (Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di timur), Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Kebumen di sebelah barat.
Bagian selatan wilayah Kabupaten Purworejo merupakan dataran rendah. Bagian utara berupa pegunungan, bagian dari Pegunungan Serayu. Di perbatasan dengan DIY, membujur Pegunungan Menoreh. Purworejo berada di jalur utama lintas selatan Pulau Jawa. Kabupaten ini juga dilintasi jalur kereta api, dengan stasiun terbesarnya di Kutoarjo. Ada pula stasiun kecil Jenar, di kecamatan Purwodadi.

   Dalam bidang pariwisata, Purworejo mengandalkan pantainya di sebelah selatan yang bernama “Pantai Ketawang”, “Pantai Jatimalang”. di samping itu ada pula pesona gua-gua yang indah dan menantang , seperti “Gua Selokarang” dan “Sendang Sono”. Di Sendang Sono (artinya : Kolam dibawah pohon Sono) masyarakat mempercayai bahwa mandi disendang tersebut akan dapat mempertahankan keremajaan. Goa Seplawan, terdapat di kecamatan Kaligesing. Goa ini banyak diminati wisatawan karena keindahan goa yang masih asli dan juga keindahan pemandangan alamnya serta hasil buah durian dan kambing ettawa sebagai salah satu ciri khas hewan ternak di Kabupaten Purworejo.
    Disamping itu, terdapat juga air terjun “Curug Muncar” dengan ketinggian ± 40m yang terletak di kecamatan Bruno dengan panorama alam yang masih alami. gua pencu di desa ngandagan,merupakan bentuk benteng seperti gua pada zaman belanda; dan pada masa itu gua pencu pernah didatangi oleh presiden sukarno. Tapi sekarang sudah tidak terawat karena (MAAF) kurang pedulinya aparatur pemerintahan desa. Dan jika anda ingin menikmati suasana sejuknya alam di sana anda tinggal melanjutkan perjalanan ke utara, karena di sana anda dapat menemukan hutan pinus yang sangat sejuk dan dingin dengan panorama pegunungan dimana hamparan ladang petani yang permai dapat kita lihat.
    Daya tarik lain dari kota Purworejo yaitu kesenian. Purworejo memiliki kesenian yang khas, yaitu dolalak. Dolalak merupakan tarian tradisional Purworejo yang diiringi musik perkusi tradisional seperti : Bedug, rebana, kendang, dsb. Tari dolalak merupakan tarian khas daerah Purworejo. Tari ini merupakan percampuran antar budaya Jawa dan budaya barat. Pada masa penjajahan Belanda, para serdadu Belanda sering menari-nari dengan menggunakan seragam militernya dan diiringi dengan nyanyian yang berisi sindiran sehingga merupakan pantun.
    Kata dolalak sebenarnya berasal dari notasi Do La La yang merupakan bagian dari notasi do re mi fa so la si do yang kemudian berkembang dalam logat Jawa menjadi Dolalak yang sampai sekarang ini tarian ini menjadi Dolalak. Satu kelompok penari terdiri dari 12 orang penari, dimana satu kelompok terdiri dari satu jenis gender saja (seluruhnya pria, atau seluruhnya wanita). Kostum mereka terdiri dari : Topi pet (seperti petugas stasiun kereta), rompi hitam, celana hitam, kacamata hitam, dan berkaos kaki tanpa sepatu (karena menarinya di atas tikar). Biasanya para penari dibacakan mantra hingga menari dalam kondisi trance (biasanya diminta untuk makan padi, tebu, kelapa,dsb).Ketika dalam kondisi kesurupan (tak sadar) kadang hingga ada yang sampai makan beling kaca, bunga, dll.
    Dzikir Saman mengadopsi kesenian tradisional aceh dan bernuansa islami, dengan penari yang terdiri dari 20 pria memakai busana muslim dan bersarung, nama Dzikir Saman diambil dari kata samaniyah (arab, artinya : sembilan), yang dimaksudkan sembilan adegan dzikir. diiringi musik perkusi islami ditambah kibord dan gitar. pada jeda tiap adegan disisipi musik-musik yang direquest oleh penonton). Ada pula kesenian Kuda Lumping (Jawa : jaran kepang) .
    Itulah beberapa pesona dari Kabupaten Purworejo. Kabupaten Purworejo terkenal dengan jargon Kota Berirama. Walaupun suasananya masih pedesaan, namun dari kabupaten ini telah mampu menelurkan banyak tokoh bangsa. Diantaranya almarhum Sarwo Edhie Wibowo yang merupakan mertua dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani (pahlawan revolusi); Letnan Jenderal Urip Sumohardjo Oerip Soemohardjo (pendiri TNI); Danurwindo (mantan pemain dan pelatih Timnas Indonesia, asli Kutoarjo); Bapak Erman Suparno (mentri Tenaga Kerja Kabinet Indonesia Bersatu jilid I), dll. Karena itulah Purworejo layak menjadi bagian dari wonderful Indonesia. Ayo silahkan yang ngaku cinta Indonesia sempatkan berkunjung wisata ke kota Purworejo, yang juga adalah kota Pramuka.

repost :wisata.kompasiana.com

wow inilah 4 temperamen dasar manusia!

1 comments

1. Melankolis 





Melankolis “Si Sempurna” mempunyai sifat segala sesuatu yang ada harus sempurna. Ia juga tipe pemikir cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta, data, dan angka. 
Sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Orang tipe ini suka berkorban demi orang lain, tidak suka menonjolkan diri aka low profile dan lebih memilih bekerja dibalik layar.
Tipe ini adalah tipe orang yang suka memperhatikan orang lain. Namun sisi negatifnya, orang bertipe ini Sensitif dan Tukang Kritik. Jika anda melukai hati sesorang bertipe ini, luka dihatinya sangat mendalam bagi-nya. Selain itu, Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan) dan sulit bersosialisasi. Dia akan menahan perasaannya dan disimpannya rapat-rapat dalam hatinya. Dan orang bertipe ini mempunyai rasa curiga yang tinggi. 



2. Sanguinis


Sanguinis “Si Populer” 

Mereka cenderung ingin popular dan ingin disenangi dan ingin diperhatikan oleh orang lain. Mereka senang sekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu.



Tipe sanguis juga memiliki rasa optimistis yang tinggi dan mudah bergaul, mereka tergolong humoris yakni senang mengutarakan joke sehingga membuat orang orang disekitarnya senang. Selain itu, Mereka mudah berteman.



Namun orang-orang sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir `pendek’, dan hidupnya serba tak teratur (cenderung berantakan). Mereka dapat stres jika terjebak dalam situasi yang mana hidupnya terasa tidak menyenangkan karna orang sanguis takut untuk tidak populer. 



Sisi negatifnya yaitu, sifatnya yang kekanak-kanakan, dan suka membesar-besarkan suatu hal dan banyak bicara saat bekerja dan suka menyela pembicaraan orang serta egois.



3. Koleris




“Si Kuat”. Orang tipe ini, suka mengatur dan memerintah orang. Tipe ini sangat cocok untuk jadi pemimpin. Mereka tergolong orang yang tegas dan suka tantangan dan suka berpetualang. Dan memiliki sifat yang pantang menyerah dan juga tidak mau mengalah. Orang bertipe ini, tidak begitu perlu teman.

Sisi negatifnya, mereka orang yang tidak sabaran, segalanya harus cepat karna memang sifat keproduktivitasnya yang tinggi. Mereka juga gampang sekali marah, dan suka berperilaku kasar. Selain itu, suka memperalat orang dan susah untuk minta maaf pada orang lain. Dan seringkali menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Serta, memiliki egoisme dan individual yang tinggi. 



4. Plegmatis



Plegmatis “Si Cinta Damai”
Mereka mudah bergaul, baik hati. Dan pembawaanya yang tenang dan santai. Banyak dari tipe Plegmatis mempunyai daya humor yang tinggi sehingga menyenangkan untuk diajak bergaul. dan merupakan tipe penyabar dan sering menahan emosi-nya. Orang plegmatis, itu Simple, tidak mau melibatkan diri dalam konflik. 

Sisi negatifnya, Orang bertipe ini mengambil jalan termudah dan gampang ibarat “Kalau ada yang mudah ngapain dipersulit?” dan Jika disuruh mengambil keputusan seringkali ditunda-tunda. Jadi dia tergolong pemalas dan sangat benci jika didesak-desak.

 
JAMPI © 2012 Design oleh Blogger | Sponsored by mbah gugel - pak yahoo! - Hosting gambar - Hosting javascript - JAMPI SMAN 1 PURWOREJO